Siklus Nitrogen di Tambak: Kimia dan Mikrobiologi Nitrifikasi
Pelajari perubahan nitrogen dari limbah organik menjadi amonium, nitrit, dan nitrat, serta cara mengevaluasi nitrifikasi melalui data kualitas air.

Siklus nitrogen di tambak merupakan jaringan reaksi yang menghubungkan pakan, metabolisme udang, bahan organik, dan aktivitas mikroba. Petambak sering memantau amonia sebagai indikator utama. Namun, evaluasi yang lebih lengkap juga memerlukan nitrit, nitrat, oksigen terlarut, pH, dan alkalinitas.
Table of Contents
Secara kimia, nitrogen tidak lenyap ketika konsentrasi amonia turun. Nitrogen dapat berpindah ke senyawa lain, masuk ke biomassa, atau keluar melalui panen, pembuangan lumpur, pertukaran air, dan proses pembentukan gas. Oleh karena itu, pemantauan perlu membedakan perubahan bentuk nitrogen dari penghilangan nitrogen [1,2].
Sumber nitrogen dan proses amonifikasi
Pakan membawa nitrogen terutama melalui protein. Udang menggunakan sebagian nitrogen tersebut untuk pertumbuhan, lalu melepaskan sebagian lainnya melalui metabolisme. Selain itu, sisa pakan, feses, dan biomassa yang mati menambah nitrogen organik dalam sistem.
Mikroorganisme menguraikan senyawa organik melalui mineralisasi. Pada bagian proses yang menghasilkan amonia atau amonium, istilahnya adalah amonifikasi. Dengan demikian, penguraian limbah organik dapat menambah pasokan amonium meskipun petambak tidak menambahkan pakan pada saat pengukuran.
Besarnya konsentrasi dalam air mencerminkan keseimbangan antara pasokan dan konsumsi, bukan sekadar jumlah limbah. Karena itu, angka TAN yang rendah belum menjelaskan jalur mana yang paling aktif mengolah nitrogen [1].
TAN, NH₃, dan NH₄⁺: bentuk serta satuannya
Total ammonia nitrogen atau TAN menyatakan jumlah nitrogen dalam amonia tak terionisasi (NH₃) dan ion amonium (NH₄⁺). Kesetimbangan keduanya mengikuti reaksi:
NH₄⁺ ⇌ NH₃ + H⁺
Kenaikan pH menggeser kesetimbangan menuju fraksi NH₃ yang lebih besar. Suhu juga memengaruhi proporsinya. Oleh sebab itu, dua tambak dengan TAN sama dapat memiliki konsentrasi NH₃ berbeda [3].
Untuk perhitungan kesetimbangan, fraksi NH₃ dapat mengikuti bentuk:
f(NH₃) = 1 / [1 + 10^(pKa − pH)]
Nilai pKa harus sesuai dengan suhu dan kondisi air. Model Emerson dan rekan-rekan membahas air bersalinitas nol; petambak tidak boleh langsung memakai koefisien air tawar untuk air payau tanpa penyesuaian yang sesuai [3].
Selanjutnya, perhatikan satuan. mg/L NH₃-N menyatakan massa nitrogen, sedangkan mg/L NH₃ menyatakan massa molekul amonia. Konversi keduanya menggunakan rasio massa molekul sekitar 17/14. Prinsip yang sama berlaku untuk NO₂-N dan NO₃-N. Karena itu, selalu baca dasar satuan pada laporan laboratorium sebelum membandingkan hasil.
Nitrifikasi: dua tahap oksidasi yang saling berkaitan
Nitrifikasi mengubah nitrogen amonium menjadi nitrit, kemudian nitrat. Untuk menggambarkan kebutuhan reaksi, persamaan berikut mengabaikan pembentukan biomassa:
Tahap pertama: NH₄⁺ + 1,5 O₂ → NO₂⁻ + 2 H⁺ + H₂O
Tahap kedua: NO₂⁻ + 0,5 O₂ → NO₃⁻
Reaksi total: NH₄⁺ + 2 O₂ → NO₃⁻ + 2 H⁺ + H₂O
Persamaan tersebut menunjukkan dua konsekuensi penting: nitrifikasi mengonsumsi oksigen dan menghasilkan keasaman. Namun, proses ini tetap mempertahankan atom nitrogen dalam nitrat. Jadi, nitrifikasi merupakan perubahan bentuk nitrogen, bukan penghilangan nitrogen total [2].
Pelaku nitrifikasi lebih beragam daripada dua genus
Penjelasan klasik mengenalkan bakteri pengoksidasi amonia atau AOB dan bakteri pengoksidasi nitrit atau NOB. Akan tetapi, penelitian juga mengidentifikasi archaea pengoksidasi amonia atau AOA.
Daims dan rekan-rekan menunjukkan bahwa anggota tertentu dari genus Nitrospira mampu menjalankan oksidasi amonia hingga nitrat. Peneliti menyebut kemampuan ini comammox, singkatan dari complete ammonia oxidation [4]. Tidak semua Nitrospira memiliki kemampuan tersebut.
Pada biofilter RAS air tawar, Bartelme dan rekan-rekan menemukan bukti komunitas nitrifikasi yang mencakup AOA dan Nitrospira comammox [5]. Sementara itu, penelitian pengayaan dari ekosistem payau menunjukkan komunitas yang beragam [6]. Temuan tersebut memperjelas kompleksitas nitrifikasi, tetapi tidak membuktikan bahwa setiap tambak atau produk memiliki komposisi mikroba yang sama.
Mengapa oksigen dan alkalinitas menentukan kapasitas proses?
Dari reaksi total ideal, setiap 14 gram nitrogen amonium memerlukan 64 gram oksigen. Dengan demikian, kebutuhan stoikiometriknya sekitar 4,57 gram O₂ per gram NH₄-N.
Reaksi juga menghasilkan dua ekuivalen keasaman per mol nitrogen. Jika alkalinitas mengikuti satuan ekuivalen CaCO₃, konsumsi teoritisnya sekitar 7,14 gram CaCO₃ ekuivalen per gram NH₄-N. Ebeling dan rekan-rekan membahas dasar stoikiometri serta perbedaan ketika model memperhitungkan sintesis biomassa [2].
Sebagai ilustrasi kimia, oksidasi sempurna 1 mg/L NH₄-N memerlukan sekitar 4,57 mg/L oksigen secara kumulatif. Reaksi itu juga mengonsumsi sekitar 7,14 mg/L alkalinitas sebagai CaCO₃ ekuivalen. Angka ini bukan target DO, dosis kapur, ataupun kebutuhan aerasi total tambak. Respirasi udang dan penguraian bahan organik menambah kebutuhan oksigen di luar perhitungan tersebut.
Selain itu, pH dan alkalinitas memiliki arti berbeda. pH menggambarkan kondisi asam-basa saat pengukuran, sementara alkalinitas menggambarkan kapasitas air menetralkan asam. Karena itu, nilai pH saja belum cukup untuk menilai cadangan penyangga air. Pelajari lebih lanjut hubungan alkalinitas, sistem karbonat, dan kestabilan pH tambak.
Nitrit dapat meningkat ketika kedua tahap tidak seimbang
Jika pembentukan nitrit melampaui konsumsi nitrit, konsentrasinya dapat meningkat. Maka, penurunan TAN belum tentu menandakan bahwa seluruh proses nitrifikasi berjalan seimbang.
Petambak perlu memantau TAN, nitrit, dan nitrat secara bersama. Namun, pola konsentrasi saja belum membuktikan penyebab: pertukaran air, asimilasi, dan perubahan beban pakan juga dapat mengubah hasil. Untuk menguji aktivitas nitrifikasi secara lebih langsung, laboratorium dapat merancang pengujian laju dengan kontrol dan kondisi yang jelas [5,6].
Jalur lain dalam siklus nitrogen di tambak
| Jalur | Perubahan utama | Implikasi |
|---|---|---|
| Asimilasi | Mikroba atau produsen primer memasukkan nitrogen anorganik ke biomassa | Nitrogen dapat kembali ke air saat biomassa terurai. |
| Denitrifikasi | Mikroorganisme mereduksi nitrat melalui senyawa antara menuju gas nitrogen | Penyelesaian proses dapat mengeluarkan nitrogen dari fase air. |
| Anammox | Mikroorganisme menggabungkan amonium dan nitrit dalam kondisi anoksik menuju gas nitrogen | Keberadaannya tidak menjamin kontribusi besar pada tambak biasa. |
| Fiksasi nitrogen | Organisme tertentu mengubah N₂ menjadi bentuk nitrogen yang tersedia secara biologis | Jalur ini menambah pasokan nitrogen reaktif. |
Denitrifikasi memerlukan kondisi dan donor elektron yang sesuai. Oleh karena itu, petambak tidak sebaiknya sengaja menurunkan oksigen seluruh kolam untuk mengejar proses tersebut. Pengelolaan reaktor khusus dan pengelolaan kolam produksi memiliki kebutuhan berbeda [1].
Peran Nitrogo dalam pengelolaan nitrifikasi
Katalog resmi Synbio mencantumkan Nitrogo sebagai produk bakteri nitrifikasi untuk membantu pengelolaan amonia dan nitrit [7]. Petambak dapat mempelajari Nitrogo untuk mendukung pengelolaan nitrifikasi, kemudian menyesuaikan penggunaannya dengan petunjuk produk dan kondisi sistem.
Evaluasi aplikasi perlu mencakup kondisi awal, riwayat pakan, aerasi, pH, alkalinitas, TAN, serta nitrit. Selanjutnya, catat hasil pada titik dan waktu yang konsisten. Penambahan produk merupakan bagian dari program pengelolaan; keberhasilan nitrifikasi tetap memerlukan lingkungan yang mendukung.
Penelitian mikrobiologi dalam artikel ini menjelaskan mekanisme umum. Penelitian tersebut bukan uji efektivitas Nitrogo dan tidak menetapkan strain, dosis, atau waktu penurunan amonia untuk produk itu.
Untuk melengkapi evaluasi, baca panduan pemantauan kualitas air tambak dan cara mengevaluasi penggunaan probiotik. Gunakan catatan lintas parameter agar keputusan mengikuti data, bukan hanya perubahan satu angka.
Referensi
- Preena, P.G., Rejish Kumar, V.J., dan Singh, I.S.B. (2021). Nitrification and denitrification in recirculating aquaculture systems: the processes and players. Reviews in Aquaculture, 13, 2053–2075. https://doi.org/10.1111/raq.12558
- Ebeling, J.M., Timmons, M.B., dan Bisogni, J.J. (2006). Engineering analysis of the stoichiometry of photoautotrophic, autotrophic, and heterotrophic removal of ammonia–nitrogen in aquaculture systems. Aquaculture, 257, 346–358. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S004484860600216X
- Emerson, K., Russo, R.C., Lund, R.E., dan Thurston, R.V. (1975). Aqueous Ammonia Equilibrium Calculations: Effect of pH and Temperature. Journal of the Fisheries Research Board of Canada, 32, 2379–2383. https://doi.org/10.1139/f75-274
- Daims, H., dan rekan-rekan (2015). Complete nitrification by Nitrospira bacteria. Nature, 528, 504–509. https://doi.org/10.1038/nature16461
- Bartelme, R.P., McLellan, S.L., dan Newton, R.J. (2017). Freshwater Recirculating Aquaculture System Operations Drive Biofilter Bacterial Community Shifts around a Stable Nitrifying Consortium of Ammonia-Oxidizing Archaea and Comammox Nitrospira. Frontiers in Microbiology, 8, 101. https://doi.org/10.3389/fmicb.2017.00101
- Baskaran, V., dan rekan-rekan (2020). Microbial community profiling of ammonia and nitrite oxidizing bacterial enrichments from brackishwater ecosystems for mitigating nitrogen species. Scientific Reports, 10, 5201. https://doi.org/10.1038/s41598-020-62183-9
- Synbio. Katalog resmi produk: Nitrogo — Bakteri Nitrifikasi. https://synbioid.com/products/ (akses 9 Oktober 2026).
Temukan pilihan yang sesuai.
Pelajari produk yang berkaitan dengan artikel ini atau konsultasikan kebutuhan budidaya Anda.
